Showing posts with label Materi. Show all posts
Showing posts with label Materi. Show all posts

Sunday, 7 December 2014

Materi Tentang Internet

Pengertian Internet

Internet merupakan jaringan global komputer dunia, besar dan sangat luas sekali dimana setiap komputer saling terhubung satu sama lainnya dari negara ke negara lainnya di seluruh dunia dan berisi berbagai macam informasi, mulai dari text, gambar, audio, video, dan lainnya.


Internet itu sendiri berasal dari kata Interconnection Networking, yang berarti hubungan dari banyak jaringan komputer dengan berbagai tipe dan jenis, dengan menggunakan tipe komunikasi seperti telepon, salelit, dan lainnya.
Dalam mengatur integrasi dan komunikasi jaringan komputer ini menggunakan protokol yaitu TCP/IP. TCP (Transmission Control Protocol) bertugas untuk memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan benar, sedangkan IP (Internet Protocol) yang mentransmisikan data dari satu komputer ke komputer lain. TPC/IP secara umum berfungsi memilih rute terbaik transmisi data, memilih rute alternatif jika suatu rute tidak dapat di gunakan, mengatur dan mengirimkan paket-paket pengiriman data.
Untuk dapat ikut serta menggunakan fasilitas Internet, Anda harus berlangganan ke salah satu ISP (Internet Service Provider) yang ada dan melayani daerah Anda. ISP ini biasanya disebut penyelenggara jasa internet. Anda bisa menggunakan fasilitas dari Telkom seperti Telkomnet Instan, speedy dan juga layanan ISP lain seperti first media, netzip dan sebagainya.
Internet memberikan banyak sekali manfaat, ada yang bisa memberikan manfaat baik dan buruk. Baik bila digunakan untuk pembelajaran informasi dan buruk bila digunakan untuk hal yang berbau pornografi, informasi kekerasan, dan lain-lainnya yang negatif.
Internet ini memungkinkan pengguna komputer di seluruh dunia untuk saling berkomunikasi dan berbagi informasi dengan cara saling mengirimkan  email, menghubungkan komputer satu ke ke komputer yang lain, mengirim dan menerima file dalam bentuk text, audio, video, membahas topik tertentu pada newsgroup, website social networking dan lain-lain.

 

Sejarah Internet dan Perkembangan Internet

Sejarah dari adanya intenet dimulai pada tahun 1969 ketika itu Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency(DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana cara menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik.
Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.


Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, icon @juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat.
Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.
Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.
Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih.
Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau Worl Wide Web.
Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator 1.0.

 

Perkembangan Internet

Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (Information and Communication Technology/ICT) merupakan tulang punggung aplikasi Web 2.0. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang fenomenal dan menjadi awal munculnya aplikasi web adalah Internet. Internet yang berawal dari riset untuk pertahanan dan keamanan serta pendidikan berkembang menjadi perangkat pendukung bisnis yang sangat berpengaruh. Dalam kaitan dengan aplikasi Web 2.0 ini, terdapat beberapa peristiwa penting dalam sejarah internet.


Berawal pada tahun 1957, melalui Advanced Research Projects Agency (ARPA), Amerika Serikat bertekad mengembangkan jaringan komunikasi terintegrasi yang saling menghubungkan komunitas sains dan keperluan militer. Hal ini dilatarbelakangi oleh terjadinya perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet (tahun 1957 Soviet meluncurkan sputnik).
Perkembangan besar Internet pertama adalah penemuan terpenting ARPA yaitu packet switching pada tahun 1960. Packet switching adalah pengiriman pesan yang dapat dipecah dalam paket-paket kecil yang masing-masing paketnya dapat melalui berbagai alternatif jalur jika salahsatu jalur rusak untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Packet switching juga memungkinkan jaringan dapat digunakan secara bersamaan untuk melakukan banyak koneksi, berbeda dengan jalur telepon yang memerlukan jalur khusus untuk melakukan koneksi. Maka ketika ARPANET menjadi jaringan komputer nasional di Amerika Serikat pada 1969, packet switching digunakan secara menyeluruh sebagai metode komunikasinya menggantikan circuit switching yang digunakan pada sambungan telepon publik.
Perkembangan besar Internet kedua yang dicatat pada sejarah internet adalah pengembangan lapisan protokol jaringan yang terkenal karena paling banyak digunakan sekarang yaitu TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol). Protokol adalah suatu kumpulan aturan untuk berhubungan antarjaringan. Protokol ini dikembangkan oleh Robert Kahn dan Vinton Cerf pada tahun 1974. Dengan protokol yang standar dan disepakati secara luas, maka jaringan lokal yang tersebar di berbagai tempat dapat saling terhubung membentuk jaringan raksasa bahkan sekarang ini menjangkau seluruh dunia. Jaringan dengan menggunakan protokol internet inilah yang sering disebut sebagai jaringan internet.
Jaringan ARPANET menjadi semakin besar sejak saat itu dan mulai dikelola oleh pihak swasta pada tahun 1984, maka semakin banyak universitas tergabung dan mulailah perusahaan komersial masuk. Protokol TCP/IP menjadi protokol umum yang disepakati sehingga dapat saling berkomunikasi pada jaringan internet ini.
Perkembangan besar Internet ketiga adalah terbangunnya aplikasi World Wide Web pada tahun 1990 oleh Tim Berners-Lee. Aplikasi World Wide Web (WWW) ini menjadi konten yang dinanti semua pengguna internet. WWW membuat semua pengguna dapat saling berbagi bermacam-macam aplikasi dan konten, serta saling mengaitkan materi-materi yang tersebar di internet. Sejak saat itu pertumbuhan pengguna internet meroket.

 

Pengaruh Perkembangan Internet

Internet telah membuat revolusi baru dalam dunia komputer dan dunia komunikasi yang tidak pernah diduga sebelumnya. Beberapa Penemuan telegram, telepon, radio, dan komputer merupakan rangkaian kerja ilmiah yang menuntun menuju terciptanya Internet yang lebih terintegrasi dan lebih berkemampuan dari pada alat-alat tersebut. Internet memiliki kemampuan penyiaran ke seluruh dunia, memiliki mekanisme diseminasi informasi, dan sebagai media untuk berkolaborasi dan berinteraksi antara individu dengan komputernya tanpa dibatasi oleh kondisi geografis.
Internet merupakan sebuah contoh paling sukses dari usaha investasi yang tak pernah henti dan komitmen untuk melakukan riset berikut pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Dimulai dengan penelitian packet switching (paket pensaklaran), pemerintah, industri dan para civitas academica telah bekerjasama berupaya mengubah dan menciptakan teknologi baru yang menarik ini.
Perkembangan Sejarah intenet dapat dibagi dalam empat aspek yaitu

  1. Adanya aspek evolusi teknologi yang dimulai dari riset packet switching (paket pensaklaran) ARPANET (berikut teknologi perlengkapannya) yang pada saat itu dilakukan riset lanjutan untuk mengembangkan wawasan terhadap infrastruktur komunikasi data yang meliputi beberapa dimensi seperti skala,performannce/kehandalan, dan kefungsian tingkat tinggi.
  2. Adanya aspek pelaksanaan dan pengelolaan sebuah infrastruktur yang global dan kompleks.
  3. Adanya aspek sosial yang dihasilkan dalam sebuah komunitas masyarakat besar yang terdiri dari para Internauts yang bekerjasama membuat dan mengembangkan terus teknologi ini.
  4. Adanya aspek komersial yang dihasilkan dalam sebuah perubahan ekstrim namun efektif dari sebuah penelitian yang mengakibatkan terbentuknya sebuah infrastruktur informasi yang besar dan berguna. Internet sekarang sudah merupakan sebuah infrastruktur informasi global (widespread information infrastructure), yang awalnya disebut “the National (atau Global atau Galactic) Information Infrastructure” di Amerika Serikat. Sejarahnya sangat kompleks dan mencakup banyak aspek seperti teknologi, organisasi, dan komunitas. Dan pengaruhnya tidak hanya terhadap bidang teknik komunikasi komputer saja tetapi juga berpengaruh kepada masalah sosial seperti yang sekarang kita lakukan yaitu kita banyak mempergunakan alat-alat bantu on line untuk mencapai sebuah bisnis elektronik (electronic commerce), pemilikan informasi dan berinteraksi dengan masyarakat.

Materi Tentang IP Address dan Domain Name Server


IP ADDRESS


Internet Protocol (IP) address adalah alamat numerik yang ditetapkan untuk sebuah komputer yang berpartisipasi dalam jaringan komputer yang memanfaatkan Internet Protocol untuk komunikasi antara node-nya.
Internet Protocol juga memiliki tugas routing paket data antara jaringan, alamat IP dan menentukan lokasi dari node sumber dan node tujuan dalam topologi dari sistem routing. Untuk tujuan ini, beberapa bit pada alamat IP yang digunakan untuk menunjuk sebuah subnetwork. Jumlah bit ini ditunjukkan dalam notasi CIDR, yang ditambahkan ke alamat IP, misalnya, 208.77.188.166/24.
Jadi, IP Addrees (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis TCP/IP.

DOMAIN NAME SERVER


Sejarah DNS (Domain Name System)
Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap loaksi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan anama domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat dianalogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address.

Pengertian DNS(Domain Name System)
Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:

Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet
maupun di Intranet.

Teori bekerja DNS
Pengelola dari sistem DNS terdiri dari tiga komponen:

DNS resolver, sebuah program klien yang berjalan di komputer pengguna, yang membuat permintaan DNS dari program aplikasi.
recursive DNS server, yang melakukan pencarian melalui DNS sebagai tanggapan permintaan dari resolver, dan mengembalikan jawaban kepada para resolver tersebut
authoritative DNS server yang memberikan jawaban terhadap permintaan dari recursor, baik dalam bentuk sebuah jawaban, maupun dalam bentuk delegasi (misalkan: mereferensikan ke authoritative DNS server lainnya).

DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.

Struktur DNS
Domain Name Space merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya:

a) Root Level Domain
Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang
disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).

b) Top Level Domain (TLD)
Top Level Domain adalah domain pada level teratas di bawah root (.). Ada tiga
pengelompokkan Top Level Domain:


1. Domain Generik
Terdiri atas 7 domain yaitu :
a. com
Untuk organisasi komersial. contoh: ibm.com, sun.com.

b. net
Untuk organisasi/perusahaan penyedia layanan jaringan/Internet. contoh: internic.net, nsf.net.

c. gov
Untuk lembaga/organisasi pemerintahan. contoh: whitehouse.gov, nasa.gov.

d. mil
Untuk badan/organisasi militer. contoh: army.mil.

e. org
Untuk organisasi non-komersial. contoh: linux.org.

f. edu
Untuk lembaga pendidikan. contoh: mit.edu, berkeley.edu.

g. int
Untuk organisasi Internasional. contoh: nato.int.

Selain 7 domain di atas ada lagi 7 domain baru dari ICANN (www.icann.org) yaitu:

h. aero
Untuk industri atau perusahaan udara.

i. biz
Untuk perusahaan atau lembaga bisnis.

j. coop
Untuk perusahaan atau lembaga kooperatif

k. info
Untuk penggunaan umum.

l. museum
Untuk museum.

m. name

Untuk registrasi bagi penggunaan individual/personal.

n. pro
Untuk para profesional seperti: akuntan, dan lain-lain.


2. Domain Negara
Merupakan standar pembagian geografis berdasarkan kode negara. Contoh: id untuk
Indonesia, au untuk Australia, uk untuk Inggris, dan lain-lain. Domain negara ini dapat dan umumnya diturunkan lagi ke level-level di bawahnya yang diatur oleh NIC dari masing-
masing negara, untuk Indonesia yaitu IDNIC. Contoh level bawah dari id yaitu net.id, co.id,
web.id.


3. Domain Arpa
Merupakan domain untuk jaringan ARPAnet. Tiap domain yang tergabung ke Internet berhak memiliki name-space .in-addr.arpa sesuai dengan alamat IP-nya.

Second-Level Domains

Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh: Domain Zulfanruri, zulfanruri.com terdapat komputer (host) seperti apel.zulfanruri.com dan subdomain kates.zulfanruri.com. Subdomain kates.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti apel.training.bujangan.com.

Host Names
Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat kates.zulfanruri.com, dimana kates adalah host name dan zulfanruri.com adalah domain name.

Tuesday, 2 December 2014

Materi Tentang Jaringan Komputer

Jaringan Komputer


Pengertian Jaringan Komputer
Menurut Dede Sopandi (2008 : 2) jaringan komputer adalah gabungan antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi. Gabungan teknologi ini menghasilkan pengolahan data yang dapat didistribusikan, mencakup pemakaian database, software aplikasi dan peralatan hardware secara bersamaan.


Tipe – tipe Jaringan Komputer
Menurut Dede Sopandi dalam bukunya (2008 : 1-6) mengemukakan suatu jaringan komputer memiliki skop dan luasnya masing-masing, untuk itu secara geografis jaringan komputer dibedakan menjadi beberapa macam, sebagai berikut :


Local Area Network (LAN)

Local Area Network (LAN) adalah jaringan yang bersifat internal dan biasanya milik pribadi di dalam sebuah perusahaan kecil atau menengah dan biasanya berukuran sampai beberapa kilometer. LAN biasanya digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan untuk pemakaian sumber daya bersama, serta sarana untuk saling bertukar informasi.


Metropolitan Area network (MAN)

Metropolitan Area Network (MAN) adalah sebuah jaringan menggunakan teknologi yang sama dengan LAN, hanya ukurannya biasanya lebih luas dari pada LAN dan biasanya MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau antar sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi atau umum. MAN pun mampu menunjang data dan suar, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televise kabel.


Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network (WAN) adalah sebuah jaringan yang jangkauannya mencakup daerah geografis yang lebih luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan LAN, MAN, dan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program aplikasi pemakai.


Internet

Internet adalah kumpulan dari beberapa jenis jaringan yang berbeda LAN, WAN, atau keduanya mencakup seluruh dunia yang saling terkoneksi.


Tropologi Jaringan
Menurut Dede Sopandi dalam bukunya mengenai jaringan komputer (2008 : 27-32) Topologi jaringan adalah susunan atau pemetaan interkoneksi antara node, dari suatu jaringan, baik secara fisik (riil) dan logis (virtual). Topologi menggambarkan metode yang digunakan untuk melakukan pengabelan secara fisik dari suatu jaringan.  



 Topologi fisik jaringan adalah cara yang digunakan untuk menghubungkan workstation-workstation di dalam LAN tersebut. Macam-macam topologi jaringan fisik, antara lain :


Topologi Bus atau Linier

Topologi bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel coaxial menjamur. Karakteristik topologi ini yaitu satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node, paling prevevalent karena sederhana dalam instalasi, signal melewati kabel 2 arah dan mungkin terjadi collision.



Topologi Ring

Topologi ring adalah topologi yang informasi dan data serta traffic disalurkan sedemikian rupa. Umumnya fasilitas ini memanfaatkan fiber optic sebagai sarananya. Karakteristik topologi ini yaitu lingkaran tertutup yang berisi node-node, sederhana dalam layout, signal mengalir dalam satu arah sehingga menghindarkan terjadinya collision.



Topologi Star

Topologi star merupakan topologi yang banyak digunakan diberbagai tempat, karena kemudahan untuk menambah, mengurangi, atau mendeteksi kerusakan jaringan yang ada. Karakteristik topologi ini yaitu setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi, mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node, keunggulan jika satu kabel node terputus maka yang lainnya tidak akan terganggu.



Topologi Tree

Topologi tree merupakan topologi jaringan dimana topologi ini merupakan gabungan atau kombinasi dari ketiga topologi yang ada yaitu topologi star, topologi ring, dan topologi bus.



Model Hubungan Client-Server
Menurut Agus Mulyanto (2009 : 41) mendefinisikan client-server sebagai arsitektur yang paling banyak digunakan saat ini. Dimana client dapat melakukan proses sendiri, ketika client meminta data, server akan mengirimkan data sesuai yang diminta, kemudian proses akan dilakukan di client. Arsitektur client-server memiliki kelebihan sebagai berikut :

  1. Pemrosesan dapat dilakukan di computer client, sehingga data dapat diproses sesuai dengan kebutuhan client.
  2. Proses bisnis tetap akan berjalan meskipun terjadi kemacetan mesin.
  3. Pada arsitektur client-server hanya dibutuhkan mesin-mesin yang sederhana, sehingga dapat mengurangi biaya dalam membangun sistem.
  4. Mudah dalam melakukan up-grade pada perangkat sistem.
  5. Dapat menggunakan berbagai platform aplikasi pada client.

Monday, 1 December 2014

Materi Tentang BOOTSTRAP

BOOTSTRAP

 Pengertian Bootstrap
Bootstrap adalah alat untuk mendesain UI web. Bootstrap dalam bahasa umum biasanya mengacu pada awal proses mandiri seharusnya untuk melanjutkan tanpa masukan eksternal. Dalam teknologi computer biasanya disingkat menjadi boothing. Biasanya mengacu pada proses loading server.Dasar pada memori computer setelah  power-on atau ulangumum, terutama system operasi  yang kemudian akan mengurus perangkat  lunak lain yang di perlukan.
boothing adalah rangkaian peristiwa yang di mulai dengan pelaksanaan prosedur berbasis hardware dan kemudian dapat tangan –off ke firmware dan software yang dimuat ke memori uatama.
Booth sering melibatkan proses seperti melakukan tediri, memuat pengaturan konfigurasi, memuat BIOS, monitor penduduk, hypervisor, sebuah system informasi, perangkat lunak orutility

Sejarah Bootstrap
Istilah bootstrap berasal sejak awal abad ke- 19 Amerika Serikat ( khususnya dalam kalimat “menarik diri atas pagaratas bootstrap seseorang”) sepasang sepatu bot dengan satu  bootstrap terlihat sepatu bot tinggi mungkin memiliki tab, lingkaran atau menangani dibagian atas yang dikenal sebagai  bootstrap, yang memungkinkan seseorang untuk menggunakan jari atau alat booting kait untuk membantu menariknya. Bootstrap sudah digunakan selama abad ke-19”  sebagai contoh tugas yang mustahil. Pada tahun 1834, ketika muncul di advokat workingman. Pada tahun 1860 muncul dalam komentar filsafat omnetaphy sical yaitu upaya pemikiran yang menganalisis sendiri.Bootsrap sebagai metafora yang bearti yang bearti memperbaiki diri dengan upaya tanpa bantuan sendiri. Dan telah digunakan semenjak tahun 1922. Bootstrap istilah computer mulai sebagai metafora pada1950-an. Dalam computer, menekankan tombol bootstrap menyebabkan program tertanam untuk membaca program bootstrap dari unit input. Computer kemudian akan mengeksekusi program bootstrap, yang menyebabkan untuk membaca intruksi program yang lebih mendalam.

Pengembangan Bootstrap Dengan Perangkat Lunak.
Bootstrap juga dapat merujuk kepada pengembangan berturut turut lebih kompleks, lingkungan pemograman lebih cepat. Lingkungan yang paling sederhana mungkin editor teks yang sangat dasar( misalnya red ) dan program assembler. Menggunakan alat ini, seseorang dapat menulis editor teks yang lebih kompleks., dan compiler sederhana untuk bahasa tingkat tinggi dan seterusnya sampai seseorang memiliki grafis IDE dan bahasa pemograman tingkat tinggi yans sangat kuat. Secara historis, bootstrap juga mengacu pada teknik awal untuk pengembangan program computer pada hardware baru. Bootstrap dalam pengembangan program dimulai pada 1950-an ketika setiap program dibangun diatas kertas dalam kode decimal atau dalam kode biner. Sedikit demi sedikit (1 0 ), karena tidak ada tingkat tinggi bahasa computer, tidak ada compiler, assembler tidak ada, dan tidak ada linker. Sebuah program assembler kecil adalah tangan kode untuk computer baru (misalnya IBM 650 )  yang dikorvensi beberapa instruksike dalam lode binner atau decimal. Compiler, linker, loader, dan utilitas kemudian dikodekan dalam bahasa assembly, lanjut melanjut proses bootstrap pengembangan system software yang kompleks dengan menggunakan software sederhana. Istilah ini juga diperjuangkan oleh Doug Engelbart untuk merujuk keyakinannya bahwa organisasi bias lebih baik bberkembang dengan meningkatkan proses yang mereka gunakan untuk perbaikan( sehingga mendapatkan efek peracikan dari waktu ke waktu ) tim SRI-nya yang mengembangkan system hypertext NLS  meerapkan strategi ini dengan menggunakan alat yang telah dikembangkan.

Alat Alat Yang Dikembangkan Untuk Meningkat Kan Bootstrap
      Compiler
Pengembangan kompiler untuk bahasa pemrograman baru pertama kali dikembangkan dalam bahasa yang sudah ada tetapi kemudian ditulis ulang dalam bahasa baru dan dikompilasi dengan sendirinya, adalah contoh lain dari gagasan bootstrap. Menggunakan bahasa yang ada untuk bootstrap bahasa baru adalah salah satu cara untuk memecahkan "ayam atau telur" kausalitas dilema.

      Installer
Selama instalasi program komputer kadang-kadang diperlukan untuk memperbarui installer atau manajer paket itu sendiri. Pola umum untuk ini adalah dengan menggunakan sebuah file kecil executable bootstrapper (misalnya setup.exe) yang update installer dan mulai instalasi nyata setelah pembaruan.

      Jaringan
Sebuah node bootstrap, juga dikenal sebagai tuan rumah pertemuan, adalah node dalam sebuah jaringan overlay yang menyediakan informasi konfigurasi awal untuk yang baru bergabung dengan node sehingga mereka dapat berhasil bergabung dengan jaringan overlay.

      Acara simulasi diskrit
Suatu jenis simulasi komputer yang disebut simulasi kejadian diskrit merupakan pengoperasian sistem sebagai urutan kronologis kejadian. Sebuah teknik yang disebut bootstrap model simulasi digunakan, yang bootstraps poin data awal menggunakan generator nomor pseudorandom untuk menjadwalkan set awal tertunda peristiwa, yang menjadwalkan acara tambahan, dan dengan waktu, distribusi kali event pendekatan steady state-the bootstrap nya perilaku kewalahan oleh perilaku steady-state.

      Kecerdasan buatan dan mesin pembelajaran
Bootstrap menggabungkan dan perbaikan diri RekursifBootstrap adalah teknik yang digunakan untuk iteratif meningkatkan kinerja classifier ini. Bibit AI adalah jenis hipotesis kecerdasan buatan yang mampu rekursif perbaikan diri. Setelah diperbaiki sendiri, itu akan menjadi lebih baik dalam memperbaiki diri, berpotensi menyebabkan peningkatan eksponensial dalam kecerdasan. Tidak ada AI tersebut diketahui ada, tetapi tetap merupakan bidang penelitian aktif.
Bibit AI adalah bagian penting dari beberapa teori tentang singularitas teknologi: pendukung percaya bahwa pengembangan benih AI cepat akan menghasilkan kecerdasan yang selalu lebih cerdas (via bootstrap) dan dengan demikian era baru [rujukan?].

      Penelitian
Bootstrap adalah teknik mencari database. Satu dapat melakukan pencarian eksak (menggunakan kata kunci, misalnya) dan mengambil banyak "hits", beberapa di antaranya akan di-sasaran. Ketika peneliti melihat dokumen yang relevan yang datang melalui dalam campuran, judul subjek akan berlokasi dalam dokumen. Peneliti kemudian dapat mengeksekusi pencarian baru menggunakan judul subjek resmi yang akan menghasilkan lebih fokus, hasil menunjuk. [Rujukan?]

      Statistik
Bootstrap adalah teknik resampling yang digunakan untuk memperoleh perkiraan ringkasan statistik.

      Bisnis
Bootstrap dalam bisnis berarti memulai bisnis tanpa bantuan atau modal eksternal. Startups seperti mendanai perkembangan perusahaan mereka melalui arus kas internal dan berhati-hati dengan pengeluaran mereka. Umumnya pada awal sebuah usaha, sejumlah kecil uang yang akan disisihkan untuk proses bootstrap. Bootstrap juga bisa menjadi suplemen untuk model ekonometrik. Bootstrap juga diperluas dalam buku Bootstrap Bisnis, oleh Richard Christiansen.

      Biologi
Richard Dawkins dalam bukunya River Out of Eden menggunakan konsep bootstrap komputer untuk menjelaskan bagaimana sel-sel biologis membedakan: "Sel yang berbeda menerima berbagai kombinasi bahan kimia, yang mengaktifkan berbagai kombinasi gen, dan beberapa gen bekerja untuk beralih gen lain atau off. Dan bootstrap terus, sampai kita memiliki repertoar penuh berbagai jenis sel. "

      Filogenetik
Analisis bootstrap memberikan cara untuk menilai kekuatan dukungan untuk clades di pohon filogenetik. Sejumlah ditulis oleh node, yang mencerminkan persentase pohon bootstrap yang juga menyelesaikan clade pada titik akhir dari cabang itu.

      Hukum
Bootstrap adalah aturan mencegah penerimaan bukti desas-desus dalam kasus konspirasi.

      Linguistik
Bootstrap adalah teori pemerolehan bahasa.

      Fisika
Bootstrap menggunakan kriteria konsistensi yang sangat umum untuk menentukan bentuk teori kuantum dari beberapa asumsi pada spektrum partikel.

      Elektronik
Bootstrap adalah bentuk umpan balik positif dalam desain sirkuit analog.

      Tenaga listrik jaringan
Biasanya jaringan listrik listrik tidak pernah dibawa turun dengan sengaja. Generator dan pembangkit listrik yang dimulai dan ditutup sesuai kebutuhan. Sebuah pembangkit listrik khas membutuhkan daya untuk start up sebelum mampu menghasilkan tenaga. Kekuatan ini diperoleh dari grid, jadi jika seluruh jaringan turun stasiun ini tidak dapat dijalankan.
Oleh karena itu untuk mendapatkan grid dimulai, harus ada setidaknya sejumlah kecil pembangkit listrik yang dapat mulai sepenuhnya pada mereka sendiri. Awal yang hitam adalah proses memulihkan pembangkit listrik untuk operasi tanpa bergantung pada daya eksternal. Dengan tidak adanya jaringan listrik, satu atau lebih mulai hitam digunakan untuk bootstrap grid.

      Jaringan selular
Sebuah Fungsi Bootstrap Server (BSF) merupakan unsur perantara dalam jaringan selular yang menyediakan fungsi independen aplikasi untuk otentikasi bersama peralatan pengguna dan server yang tidak diketahui satu sama lain dan untuk 'bootstrap' pertukaran kunci rahasia sesi setelah itu. Istilah 'bootstrap' terkait dengan membangun hubungan keamanan dengan perangkat yang sebelumnya tidak diketahui pertama dan untuk memungkinkan unsur-unsur keamanan menginstal (kunci) dalam perangkat dan BSF setelah itu.

Kelebihan Bootstrap
      Dibangun menggunakan Less.
      Teknologi CSS yang sederhana dan mudah digunakan.
      Anda dapat mengakses dengan mudah informasi dan fungsi warna, variabel, dan operasi penggunaan.

Kekurangan Bootstrap
      Minim gambar karena menggunakan CSS3.
      Belum mampu memberikan tampilan yang sesuai di semua web browser.
      Membuat kita menjadi kurang kreatif karena terpaku dengancoding yang dikembangkan oleh developer.

 Cara Memasang Dan Menggunakan Bootstrap
1. dowload bootstrap tersebut digithub,

2. selanjutnya folder boostrap masukan didalam project
file file diatas adalah komponen file pada bootstrap, jadi ketika didownload kita mendapatkan folderbernama bootstrap yang didalamnya berisi css js img..
didalam css:
– bootstrap-responsive.css : file ini digunakan untuk mensetting layout halaman website , dan keunggulannya file ini dapat menyesuaikan sendiri ukuran website pada device yang digunakan, seperti desktop,i-phone,tablet dsb…
-bootstrap.css : file ini digunakan untuk mensetting keseluruhan style css didalam bootstrap tersebut.
– sedangkan bootstrap-responsive.min.css dan boostrap.min.css : merupakan file hasil compress sehingga ukuran file lebih diperkecil, fungsi tetap sama dengan yang aslinya…
didalam img:
– file pertama merupakan image icon yang digunakan untuk icon2 dibootstrap
– file kedua sama dengan yang diatas cuma background yang digunakan berwarna putih sedang yang atas background icon yang digunakan berwarna hitam
didalam js :
– bootstrap.js : merupakan sebuah file file pengaturan javascript yang menghandle semua event2 dsb didalam bootstrap
– bootstrap.min.js : merupakan file file hasil compress dari bootstrap.js
– jquery.js: (framework javascript) file ini di gunakan untuk memberikan sumber daya script didalam bootstrap.jsistilah simple ini adalah bahan bakar script kita he…

3. seep kemudian kita coba pasang file file bootstrap tersebut pada html

Materi Tentang JQUERY

JQUERY

Pengertian JQuery
JQuery adalah library javascript yang menyediakan berbagai fasilitas yang dulunya  harus dibuat manual oleh user, namun sekarang cukup dipanggil/dijalankan dengan mudah. Misalkan, animasi Fade In, Fade Out, Slide In, Slide Show, dll.  Keunggulan lain jQuery terletak pada fasilitas selectornya, yaitu fasilitas jQuery untuk memilih objek DOM untuk diproses selanjutnya.
JQuery adalah sebuah javascript library, jQuery mempunyai semboyan “write less, do more”. jQuery dirancang untuk memperingkas kode-kode javascript. JQuery adalah javascript library yang cepat dan ringan untuk menangani dokumen HTML, menangani event, membuat animasi dan interakasi ajax. jQuery dirancang untuk mengubah cara anda menulis javascript. Sebelum anda memulai mempelajari jQuery, anda harus mempunyai pengetahuan dasar mengenai HTML, CSS dan Javascript.
Dengan JQuery, suatu halaman web yang menjadi aplikasi web, jika dilihat sourcenya, akan terlihat seperti dokumen HTML biasa; tidak ada kode JavaScript yang terlihat langsung. Teknik pemrograman web seperti ini disebut sebagai unobstrusive JavaScript programming.
JQuery merupakan salah satu librari yang membuat program web di sisi klien, tidak terlihat sebagai program JavaScript biasa, yang harus secara eksplisit disisipkan pada dokumen web. Pada teknik pemrograman sisi klien dengan menggunakan JavaScript biasa, setiap elemen yang akan memiliki event, akan secara eksplisit terlihat ada event yang dilekatkan pada elemen tersebut.

Sejarah Perkembangan JQuery
John Resig merupakan otak dibalik jQuery, karyanya ini pertama kali diumumkan di NYC BarCamp pada awal tahun 2006. Di situs webnya dia mencatat, ia menciptakan jQuery karena ia tidak puas dengan library yang saat itu tersedia dan merasa bahwa seharusnya framework-framework tersebut bisa jauh lebih baik dengan mengurangi “syntactic fluff” dan menambahkan control khusus untuk tindakan-tindakan yang bersifat umum.
Kemudian para pengembang datang untuk membantu menyempurnakan librari ini, dan akhirnya menghasilkan rilis stabil pertama dari jQuery versi 1.0 pada tanggal 2006. Sejak itu, jQuery telah berkembang ke versi 1.7.1 dan telah mempunyai plug-in yang banyak. Sebuah plug-in adalah ekstensi dari jQuery yang bukan bagian dari library inti.

Perkembangan versi jQuery:
1.  JQuery versi 1.0 (1.0.1, 1.0.2, 1.0.3, 1.0.4)
2.  JQuery versi 1.1 (1.1.1, 1.1.2, 1.1.3, 1.1.3.1, 1.1.4)
3.  JQuery versi 1.2 (1.2, 1.2.1, 1.2.2, 1.2.3, 1.2.4, 1.2.5, 1.2.6)
4.  JQuery versi 1.3 (1.3.1, 1.3.2)
5.  JQuery versi 1.4 (1.4.1, 1.4.2, 1.4.3, 1.4.4)
6.  JQuery versi 1.5 (1.5.1, 1.5.2)
7.  JQuery versi 1.6 (1.6.1, 1.6.2, 1.6.3, 1.6.4)

Sekarang JQuery dikembangkan oleh team developer yang dipimpin oleh Dave Metvin. Dipakai oleh lebih dari 55% dari 10.000 website yang paling sering dikunjungi. JQuery menjadi Library Javascript yang paling popular Sekarang.
Script JQuery  dibuat untuk memudahkan pengaturan document seperti menyeleksi object dengan element DOM dan membuat aplikasi dengan AJAX.  Jquery juga menyediakan layanan atau support  para developers untuk membuat plug-ins di dalam bahasa Javascript tentunya. Sehingga  memungkinkan para developer website membuat website lebih interaktif dengan animasi, efek – efek, tema dan widget. Dengan menggunakan JQuery kita bisa meluapkan kreatifitas untuk membuat website dinamis.
Microsoft dan Nokia telah mengumumkan akan mengemas JQuery di platform mereka. Microsoft awalnya mengadopsinya dalam Visual Studio  untuk digunakan dalam ASP.NET AJAX dan ASP.NET MVC Framework, sedangkan Nokia akan mengintegrasikannya dalam kerangka Web Run-Time mereka.

         Perbedaan versi pada Jquery
Versi baru biasanya terdapat penambahan fungsi baru dari fungsi jquery yang sebelumnya. Tetapi pasti memiliki besar kapasitas yang lebih besar dari versi yang sebelumnya sehingga dengan versi yang baru dapat memperberat beban dan loading pada aplikasi website yang dibuat. Maka dari itu kita harus mempertimbangkan ketika kita memakai versi jquery yang kita akan gunakan. 
Perbedaan Jquery.js (tanpa min) dengan jquery.min.js(menggunkan min).
Dari keduanya mempunyai kegunaan dan fungsi sama. Penggunaan “min” menandakan bahwa jquery tersebut telah dikompres (compress) sehingga muatan atau bebanya telah terkurangi dengan tujuan untuk mempercepat waktu loading. Compress jquery dilakukan dengan menghilangkan beerapa keterangan dan spasi yang sebenarnya berfungsi untuk memudahkan pengguna saat membuat desain baru dengan memanfaatkan jquery. Maka dari itu jika sekedar pengguna lebih baik menggunakan jquery.min.js agar loading lebih cepat.

Kegunaan JQuery
1.      Mengakses bagian halaman tertentu dengan mudah.
Tanpa adanya library Javascript khusus, untuk mengakses suatu bagian tertentu dari halaman, harus mengikuti aturan Document Object Model (DOM) dan pengaksesan harus secara spesifik menyesuaikan dengan struktur HTML. Dengan kata lain, pengaksesan bagian tertentu dari halaman sangat tergantung  pada struktur dari HTML. JQuery menawarkan cara yang mudah (bahkan sangat mudah) dalam mengakses bagian tertentu dari halaman. Pengaksesan juga tidak terlalu bergantung pada struktur HTML.
2.      Mengubah tampilan bagian halaman tertentu.
CSS (Cascading Style  Sheet) menawarkan metode yang cukup handal dalam mengatur dan mempercantik halaman web. Namun terkadang CSS punya kelemahan yang cukup mengganggu, yaitu beberapa perintah CSS tidak didukung oleh semua browser. Cukup merepotkan jika kita harus mendesign halaman web dengan beberapa CSS sekaligus. Sekali lagi JQuery menawarkan solusi untuk mengatasi hal  tersebut. Dengan JQuery, “kesenjangan” yang  terjadi antara browser dalam urusan CSS akan tertutup dengan baik.
3.      Mengubah isi dari halaman.
Jaman dulu (baca:sebelum JQuery lahir) cukup sulit jika kita akan mengubah sebagian isi dari halaman. Mengubah disini dapat berarti mengganti teks, menambahkan teks atau gambar, mengurutkan suatu daftar (list), menghapus baris tabel dan sebagainya. Dengan JQuery, hal tersebut dapat dilakukan dengan hanya beberapa baris perintah.
4.      Merespond interaksi user dalam halaman
Website yang baik tidak cukup digambarkan dengan user-interface dan tampilan yang memukau. Namun lebih dari itu, bagaimana pengunjung dapat berinteraksi dengan website dan dapat mengatur tampilannya sendiri. Interaktivitas sangat bergantung bagaimana pemrograman yang dipakai dalam menangani event-handling. Javascript sendiri memiliki beberapa event-handling seperti onclick untuk menangani event saat terjadi click. Namun demikian, event handling pada Javascript terbatas pada object-object tertentu, dan jenisnya pun terbatas. JQuery melengkapi semuanya dengan tambahan penanganan event-handling yang semakin mudah.
5.      Menambahkan animasi ke halaman.
Animasi seringkali disertakan dalam suatu halaman web untuk menambah kecantikannya. Saat ini animasi masih cukup digemari oleh para peselancar situs. Animasi dapat dibuat dalam berbagai gaya, ada yang menggunakan Flash, gambar bergerak (GIF), video, dan sebagainya.  Masing-masing tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. JQuery sendiri menawarkan konsep animasi (walaupun masih sederhana) yang cukup apik namun ramah bandwidth alias ringan. Salah satu animasi yang bisa dibuat dengan JQuery adalah fading jika terdapat suatu bagian dari halaman ditambahkan atau dihilangkan.
6.      Mengambil informasi dari server tanpa me-refresh seluruh halaman.
Mengambil informasi dari server tanpa refresh halaman merupakan salah satu konsep dasar dari yang namanya AJAX (Asynchronous Javascript and XML). Pada penerapannya, cukup ribet jika harus membangun website dengan konsep AJAX, saat ini banyak library khusus yang berusaha mempermudahnya. JQuery merupakan salah satunya.
7.      Menyederhanakan penulisan Javascript biasa.
Semboyan JQuery  adalah “Write less, do more”  atau  dengan  kata  lain  kesederhanaan  dalam penulisan code, tetapi menghasilnya tampilan yang lebih. Sebenarnya inilah yang menjadi daya tarik tersendiri buat para pengembang web untuk menggunakan JQuery. 

Cara menggunakan JQuery
         Download file jQuery terbaru dari
http://docs.jquery.com/Downloading_jQuery
         Import file jquery.js yang sudah didownload ke halaman web yang ingin menggunakan jQuery.
<script src="jquery.js" type="text/javascript">
         Notasi penggunaan jQuery  yang lazim digunakan adalah dengan menambahkan tanda $.
         Letak penulisan coding jQuery sebaiknya berada di dalam
$(document).ready(), untuk memastikan semua script jQuery dijalankan setelah semua objek DOM selesai diload untuk halaman web tersebut,
$(document).ready(function(){
// coding jQuery
});
         Contoh jQuery sederhana:
$(document).ready(function(){
   $("a").click(function(event){
     alert("Thanks for visiting!");
   });
 });
Untuk mempermudah penggunaan dan aplikasi jQuery, maka diharapkan
pengguna sudah memiliki basic:
-  HTML dan pengetahuan tentang DOM (Document Object Modelling)
-  CSS (Cascading Style Sheet)
-  Sedikit pengetahuan tentang Javascript dasar.

a.       HTML dan DOM
HTML merupakan suatu bahasa yang digunakan untuk membuat halaman web. Bahasa ini menggunakan tag-tag khusus untuk menandai elemen-elemen yang terdapat dalam web. 
Contoh:
<html>
<head>
<title>Halaman Websiteku</title>
</head>
<body>
  <div id=”Div1”>
    <a href=www.google.com> Link ke Google </a>
  </div>
  <p>
    Halaman yang menyediakan link ke Google
  </p>
</body>
DOM (Document Object Modeling) adalah suatu cara untuk memodelkan objek-objek dalam halaman web (dianggap sebagai suatu dokumen). Hal ini dilakukan untuk mempermudah manipulasi dan pengaksesan elemen-elemen dari halaman tersebut. 

b.      CSS (Cascading Style Sheet) 
CSS merupakan kumpulan style yang bertujuan untuk mengatur penampilan dari
objek/elemen suatu halaman web. 
Contoh
#div1{
background-color: red;
text-align: center;
margin-left: 20px;
}

Kelebihan dan Kekurangan JQuery
Library jQuery mempunyai kemampuan :
1.      Kemudahan mengakses elemen-elemen HTML
2.      Memanipulasi elemen HTML
3.      Memanipulasi CSS
4.      Penanganan event HTML
5.      Efek-efek javascript dan animasi
Kelemahan JQuery :
Meskipun diklaim jquery memiliki beban kerja yang ringan (load CPU dan RAM) untuk browser, tetap saja lebih ringan (cepat di-load) website yang tidak menggunakan jquery, alias HTML murni.
Dari sisi server hosting pun, CPU dan RAM harus mengalokasikan resource yang mereka miliki untuk menangani request terhadap jquery. Pada level tertentu request yang sangat banyak (sangat-sangat banyak) akan membebani server. Solusi: host jquery pada situs lain, seperti Google yang menyediakan request jquery dari servernya.

Sintaks, Selector, Attribute Selector,dan Efek-efek JQuery
1.      Sintaks jQuery
Sintaks jquery biasanya dibuat untuk memilih elemen-elemen HTML dan melakukan aksi terhadap elemen yang dipilih.
Sintaks :
$(selector).action()
Tanda dollar, untuk mendefinisikan jQuery. (selector), untuk menunjukkan elemen yang dipilih atau dituju. action(), adalah jQuery action yang akan dilakukan terhadap elemen yang dipilih.
2.      jQuery Selector
Selector memungkinkan anda untuk memanipulasi elemen HTML sebagai kelompok atau sebagai elemen tunggal. jquery elemen selectors dan attribute selectors memungkinkan anda untuk memilih elemen HTML dengan nama tag, nama atribut, atau konten.
contoh :
$("p") memilih semua elemen <p>.
$("p.intro") memilih semua elemen <p>  yang mempunyai class = "intro".
$("p#demo") memilih semua elemen <p> yang mempunyai id="demo".
Selector  merupakan salah satu keunggulan utama dari jQuery, di mana fungsi utamanya adalah memilih objek DOM yang diinginkan oleh user untuk dimanipulasi dengan mudah. 
Syntax dasar selector:
$(“#divContent”).click(function()….
Bagian yang dihighlight adalah selector yang akan memilih objek DOM (dalam kasus di atas, yang di-select adalah objek/element dengan id=’divContent’).
 Beberapa jenis selector:
         Element: untuk memilih element dengan tag tertentu.
Syntax:  $(“E”). 
Contoh: $(“a”) akan menyelect semua elemen tag <a> di halaman web.
         ID: untuk memilih element dengan ID tertentu.
Syntax:  $(“#id”). 
Contoh: $(“#content”) akan menyelect semua elemen dengan id=”content”
tanpa melihat tag elementnya.
         Class: untuk memilih element dengan class tertentu.
Syntax:  $(“.class”). 
Contoh:  $(“.myClass”)  akan menyelect semua elemen dengan
class=”myClass” tanpa melihat tag elementnya.
         Descendant: untuk memilih element F yang merupakan bagian/descendant dari element E. Descendant adalah semua elemen yang menjadi bagian dari elemen lainnya.
Syntax : $(“E F”)
 Contoh :
<div id=’container’>
<p>
    <span>
      <img src=’a.jpg’/>
    </span>
  </p>
</div>
<img src..> merupakan descendant dari <span>, <p>, dan <div>. Kode $(‘#container p’)  dapat digunakan untuk memilih elemen <p> yang merupakan descendant dari elemen dengan id=’container’.
         Child: untuk memilih elemen F yang merupakan child dari elemen E.
Syntax: $(“E>F”)
Contoh: $(‘li > ul’) digunakan untuk memilih semua elemen tag <ul> yang merupakan children dari elemen tag <li>.
         Multiple Element:  untuk memilih beberapa elemen sekaligus, dipisahkan dengan koma.
Syntax: $(“E, F, G”)
Contoh: $(‘div, p, a’): digunakan untuk memilih semua elemen dengan tag <div>, <p>, dan <a>.
         Semua Element: untuk memilih semua elemen, menggunakan tanda *.
Syntax: $(“*”)
Contoh: 
$(‘*’): digunakan untuk memilih semua elemen dalam dokumen/halaman HTML.
$(‘p>*’): digunakan untuk memilih semua elemen yang merupakan child dari tag <p>. 
Selector-selector lainnya
         :odd  dan  :even  : digunakan untuk memilih elemen yang memiliki index genap maupun ganjil.
Syntax: :odd dan :even
Contoh:  $(“tr:odd”)  digunakan untuk memilih elemen <tr> yang nilai indexnya ganjil. 8
Contoh pemakaian praktis dari selector ini adalah untuk membuat alternating row suatu table, di mana warna dari baris ganjil dan genap suatu table berbeda.
         Elemen ke-n  : digunakan untuk memilih elemen sesuai dengan index yang diinginkan
Syntax: :eq(n) atau :nth(n)
Contoh:  $(“li:eq(2)”)  digunakan untuk memilih elemen <li> ke-3 (karena index elemen ke-1 dihitung sebagai index ke-0).
         Elemen pertama/terakhir: hampir sama dengan elemen ke-n, namun dapat dipanggil dengan notasi khusus.
Syntax: :first atau :last
Contoh: $(‘li:last’) digunakan untuk memilih elemen <li> yang terakhir.
         Elemen yang terlihat  atau  hidden: untuk memilih semua elemen berdasarkan visibilitynya, yaitu yang terlihat ataupun yang hidden.
Syntax: :visible atau :hidden
Contoh:
$(‘li:visible’)  digunakan untuk memilih semua elemen <li>  yang bersifat visible.
$(‘input:hidden’)  digunakan untuk memilih semua elemen <input> yang hidden.
         jQuery Attribute Selectors
jQuery mirip XPath dalam hal memilih elemen berdasarkan atribut yang ada :
$("[href]") memilih semua elemen dengan atribut href.
$("[href='#']") memilih semua elemen dengan atribut href bernilai = "#".
$("[href!='#']") memilih semua elemen dengan atribut href dengan nilai bukan sama dengan "#".
$("[href$='.jpg']") memilih semua elemen dengan atribut href yang mengandung ".jpg".
3.      Efek-Efek dengan jQuery
Salah satu kemampuan jQuery adalah adanya fungsi-fungsi efek yang siap pakai. biasanya untuk membuat efek memudar di javascript. Dengan menggunakan jQuery kita cukup menggunakan fungsi $(selector).fadeIn(). berikut adalah efek-efek siap pakai yang disediakan jQuery :
a.        jQuery show()
Digunakan untuk menampilkan elemen sesuai selector, dari yang semula hidden/invisible menjadi visible. Parameter speed dapat diisi dengan kecepatan animasi dalam milisecond (misalkan diisi 100,200 dsb). Namun, jQuery juga menyediakan 3 jenis speed, yaitu fast (200 ms), normal (400 ms), dan slow (600ms). Jika parameter speed ini tidak diisi, maka kecepatan normal yang digunakan. Callback function adalah fungsi yang akan dijalankan setelah suatu method (dalam hal ini adalah .show() ) selesai dijalankan.
b.       jQuery hide()
Berguna untuk menyembunyikan elemen yang dipilih.
c.        jQuery toggle()
Digunakan untuk men-toggle status visible/hidden dari elemen sesuai selector. Jika elemen visible, maka akan menjadi hidden. Sebaliknya, jika elemen hidden, maka akan dimunculkan/visible.
d.      jQuery slideDown()
Menampilkan elemen yang tersembunyi , secara efek sliding.
e.        jQuery slideUp()
Menyembunyikan elemen secara efek sliding.
f.        jQuery slideToggle()
Gabungan antara slideDown() dan slideUp().
g.       jQuery fadeIn()
Menampilkan elemen yang dipilih jika tersembunyi.
h.       jQuery fadeOut()
Menyembunyikan elemen yang dipilih secara efek memudar.
i.         jQuery fadeTo()
Mengatur tingkat kepudaran elemen terpilih menuju tingkat opacity yang ditentukan.
j.        jQuery animate()
Mengubah suatu elemen dari satu keadaan ke keadaan lainnya

 Event yang Ada pada JQuery
1.      Keypress()
Merupakan Event pemicu untuk mengikat fungsi dari perintah tombol dari element yang dipilih.
$( selector ).keypress()                              //memicu keypress untuk pemilihan item
$( selector ).keypress( function )           // Optional. Menjalankan fungsi yang spesifik ketika ada pemicu berupa penekanan tombol keyboard. Dari sekian tombol yang ada pada keyboard,akan memiliki devinisi kode yang berbeda-beda.
Contoh : Perintah ketika kita memberian fungsi ketika ada pemicu pada penekanan kode 27 = Esc.

2.      Click()
Digunakan untuk memicu event pada element HTML saat user mengklik elemen yang mempunyai fungsi click() ini. Event click dikirim ke elemen saat pointer mouse diatas elemen dan tombol mouse ditekan lalu dilepaskan.
$(“p”).click() kode  ini berarti bahwa JQuery mencari tag <p> HTML dan menunggu diklik oleh user.   $(this).hide() kode ini berarti bahwa isi dari paragraph dihide.

3.      fadeIn()
Digunakan untuk menampilkan elemen dengan efek pudar. $(‘selector’).fadeIn(‘durasi’,’callback’)
Keterangan:
Selector digunakan untuk memilih elemen yang akan dikenakan efek fadeIn. ‘durasi’ adalah waktu yang menunjukkan berapa lama efek fade ini akan berlangsung

4. Css();
jQuery juga mempunyai kemampuan dalam hal memanipulasi CSS. Ada 3 fungsi utama dalam jQuery untuk melakukan manipulasi.
$(selector).css(name,value)
$(selector).css({properties})
$(selector).css(name)
Fungsi css() berguna untuk mendapatkan atau set sebuah properti CSS atau lebih untuk elemen yang dipilih. Jika parameter name dan value diisi, artinya kita me-set nilai dari properti CSS. Untuk me-set nilai-nilai untuk properti CSS lebih dari satu, bisa gunakan {properties} Jika hanya untuk mendapat nilai dari properti CSS yang diinginkan dari elemen yang dipilih cukup isi parameter name saja.

Implementasi JQuery
Kemudahan atau kenapa orang banyak menggunakan framework javascript ini adalah karena banyaknya plugin aplikasi yang siap jadi atau siap digunakan. Plugin adalah semacam fungsi atau fitur tambahan yang digabungkan ke dalam sebuah JQuery mempercepat atau memudahkan dalam pembangunan sebuah website.
Dibawah ini adalah beberapa plugin jquery yang sering digunakan oleh beberapa web developer dalam membuat atau membangun sebuah website, diantaranya:
1.      Drop-Down-Menu
Jika dalam sebuah website terdiri dari beberapa menu, dan dari menu tersebut ada sub menu lagi, maka cocok menggunakan drop down menu. Drop down menu ini juga mendukung multi level menu (menjadi sub-sub menu yang lebih banyak), selain itu menu dropdown ini juga dilengkapi dengan fasilitas timeout effect. Timeout effect ini digunakan ketika lama waktu mouse over atau mouseout.

2.      Tool-Tips
Tool tips adalah bubble/gelembung atau semacam kotak informasi digunakan untuk menginformasikan sesuatu ketika mouse didekatkan pada sebuah teks, gambar, tombol atau elemen lain dalam sebuah web yang muncul diatas elemen tersebut. Biasanya informasi yang disuguhkan adalah informasi yang pendek. Cara kerjanya adalah ketika mouse didekatkan, maka akan muncul bubble. Fasilitas lebih dari bubble ini adalah desainnya yang cantik, seperti fasilitas tombol close, background shadow, dll.

3.      Autocomplete-Search
Plugin ini digunakan untuk melakukan pencarian secara real time, dimana ketika kita memasukan kata atau huruf dalam sebuah teks input dalam sebuha web, secara otomatis hasil pencarian akan muncul seusai dengan yang kita masukan secara real time. Plugin ini mirip seperti pencarian pada website facebook, sehingga sangat menarik untuk dicoba.

4.       Validasi-Form
Plugin ini digunakan untuk melakukan validasi data dalams sebuah form, seperti pengecekan e-mail, pengecekan password, username dan input lainnya secara real time (tidak menekan tombol submit). Jadi ketika user memasukan teks atau huruf, maka plugin ini akan melakukan validasi terhadap inputan user.

Langkah Pembuatan:
  • Pertama, buatlah form ( form.html ):  
  • Setelah itu kita menyisipkan script dibawah ini untuk menghubungkan file  library JQuery dengan file  form.html. Hal ini agar kita dapat menggunakan Jquery tersebut.  misalkan kita memakai  jquery-1.4.js.  Sisipkan diantara tag <head> </head>.
  • Mengatur validasi
  • Masih pengetikan di <head></head>, ketik scipt di bawah ini.
  • Mengaktifkan validasi
  • Pengetikan di antara <script></script>, ketik script di bawah ini.
  • Mengecek ada tidaknya text di dalam suatu form  
  • Pengetikan di antara $("#form1").validate, ketik scipt di bawah ini.
  • Mengatur password
  • Buat form password dan ulang password. Letakkan scipt di bawah form Nama. 
  • Memvalidasi panjang form password dan form ulang password yang harus sama dengan password. Tambahkan scipt di bawah ini di dalam rules, message.

5.      jQuery-Cycle-Plugin
Plugin ini digunakan untuk animasi image dalam sebuah website, plugin ini menggantikan fungsi flash sebagai animasi. Jadi dengan plugin ini, kita bisa menganimasikan image yang ada menjadi sebuah animasi seperti fade in, fade out, slide show, scroll.

6.      Teks-Berjalan
Plugin ini digunakan untuk memannipulasi teks, sehingga teks yang kita tampilkan kelihatan menarik, seperti berjalan dari kiri ke kanan atau sebaliknya atau dari atas ke bawah, mirip fungsi marquee dalam tag HTML, tetapi dengan plugin ini, teks berjalan lebih lembut.

Materi Tentang JAVASCRIPT

JAVASCRIPT
Pengertian Java Sript
JavaScript adalah bahasa yang berbentuk kumpulan skrip yang pada fungsinya berjalan pada suatu dokumen HTML, bahasa ini adalah bahasa pemrograman untuk memberikan kemampuan tambahan terhadap bahasa HTML dengan mengijinkan pengeksekusian perintah-perintah di sisi user, yang artinya di sisi browser bukan di sisi server web. Secara fungsional, JavaScript digunakan untuk menyediakan akses script pada objek yang dibenamkan ( embedded ). Contoh sederhana dari penggunaan JavaScript adalah membuka halaman pop up, fungsi validasi pada form sebelum data dikirimkan ke server, merubah image kursor ketika melewati objek tertentu.
perbedaan java sript dan java :

JavaSript
Java
Bahasa yang diintepresentasikan langsung oleh browsser Bahasa yang setengah kompilasi dan memerlukan java virtual Machine untuk menterjemahkannya
Kode integrasi dangan HTML Kode(applet) terpisah dari dokumen HTML, dipanggil pada saat membuka dokumen HTML
Bahasa dengan karakteristik yang terbatas Bahasa dengan karakteristik yang luas (pendeklararian jenis variable)
Hubungan dinamis, referensi dari obyek diverivikasi pada saat loading Hubungan statis, obyek harus ada pada saat program di loading (di kompilasi)
Kode program bisa diakses Kode program tersembunyi

Bentuk skrip dari JavaScript
Skrip dari JavaScript terletak di dalam dokumen HTML. Kode tersebut tidak akan terlihat dari dalam jendela navigator anda, karena diantara tag tertentu yang memerintahkan navigator untuk memperlakukan bahwa skrip tersebut adalah skrip dari JavaScript.Contoh dari skrip yang menunjukkan bahwa skrip tersebut adalah skrip dari JavaScript adalah sebagai berikut:
<SRIPT language=”Javasript”>
Letakkan sript anda disini
</SRIPT>
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Skrip Javascript</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Percobaan memakai javaScript:<BR>
<SCRIPTLANGUAGE=”JavaScrip”>
<!–
document.write(“Sealamat Mencoba JavaScript<BR>”);
dokumen.write(“Semoga Sukses”);
//à
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>

Memberikan Komentar Dalam JavaScript
Agar script tidak dibaca sebagai skrip, akan tetapi dibaca sebagai komentar dan tidak akan dieksekusi sebagai program. Contohnya adalah sebagai berikut :
<SCRIPT language=”JavaSrcipt”>
<!–
Letakkan script anda disini
//à
</SCRIPT>
Kegunaannya antara lain adalah :
  1. Mengingatkan kita akan bagian-bagian khusus didalam skrip tersebut, jika kita ingin merubah sesuatu di dalamnya.
  2. Membuat orang yang tidak mengerti skrip anda, menjadi mengerti dengan petunjuk-petunjuk yang anda buat melalui komentar, kecuali anda tidak mau mensharing program yang anda miliki.

JavaScript Sebagai Bahasa Berorientasi Objek
Sebuah objek tersusun atas properti, metode, dan penanganan kejadian.
  1. Properti
  • Adalah atribut dari sebuah objek.
  • Contoh objek dalam JavaScript yaitu window.Objek ini memiliki banyak property. Salah satu diantaranya adalah defaultStatus. Properti ini menyatakan baris status yang terdapat pada jendela browser.
  • Untuk mengakses sebuah property, perlu penulisan dengan bentuk sebagai berikut; nama_objek.nama_properti,
  • Contoh :       Nama objek        Nama properti
Windows.defaultStatus
Properti dapat diberi nilai melalui bentuk penugasan berikut:
Objek.properti=nilai
Contoh : window.dafaultStatus=”Selamat belajar JavaScript”;
<HTML>
<HAED>
<TITLE>Properti defaultStatus</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Tes defaultStatus</H1>
<SCRIPT LANGUAGE=”JavaScript”>
<!–
Window.defaultStatus=”Selamat belajat JavaScript”;
//à
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Window.defaultStatus
  1. Metode
Adalah suatu kumpulan kode yang digunakan untuk melakukan sesuatu tindakan terhadap objek. Sebagai contoh, write() pada objek document adalah metode yang digunakan untuk menuliskan tulisan ke jendela browser.
Contoh : :       Nama objek        Nama properti
Document.write(“Halo”)
parameter
Jika sebuah kode tidak melibatkan parameter, tanda kurung buka dan tutup harus disertakan. Contoh : window.focus()
  1. Penanganan Kejadian (Event handler)
Adalah sekumpulan kode yang akan dijal;ankan manakala pemakai melakukan suatu tindakan. Contoh kejadian adalah ketika pemakai meng-klik tombol mouse atau ketika menutup jendela browser. Bentuk penanganan kejadian adalah sebagai berikut :
Nama_kejadian=”kumpulan kode”
Kumpulan kode berisi sebuah pernyataan, antar pernyataan dipisah dengan ;.
Contoh kejadian adalah onMouseOver (ketika penunjuk mouse menunjuk ke link) dan onMouse Out (ketika penunjuk mouse tidak lagi menyorot link).

Contoh Penanganan Kejadian
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Kejadian</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Tes Kejadian</H1>
<P>Cobalah letakkan penunjuk mouse ke link berikutdan perhatikan isi baris status. Kemudian pindahkan penunjuk mouse dari link berikut dan perhatikan isi baris status
</P>
<A HREF=”www.fujitsu.com”
onMouseOver=”window.status=’Anda menyorot link, lho’;return true”
onMouseOut=”window.status=”;return true”>fujitsu</A>
</BODY>
</HTML>

a. Menangani Pemasukan Data
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Pemasukan Data</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<SCRIPT LANGUAGE=”JavaScript”>
<!–
var nama=prompt(“Siapa nama anda?”);
Document.write(“Hai,”+nama);
//– >
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>

b. Mengenal Jendela Peringatan
Jika karena sesuatu hal anda ingin memberikan pesan kepada pemakai, anda bisa menyajikannya dalam bentuk kotak dialog yang disebut Alert Box.
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Alert Box</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<SCRIPT LANGUAGE=”JavaScript”>
<!–
Window.alert(“Ini merupakan pesan untuk anda”);
//– >
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>

c. Mengenal Jendela Konfirmasi
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Konfirmasi</TITLE>
</HEAD>
</BODY>
<SCRIPT LANGUAGE=”JavaScript”>
<!–
Var jawaban=window.comfirm(“anda ingin meneruskan?”);
Document.write(“Jawaban Anda:”+jawaban);
//– >
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>

d. Mengenal Hirarki Objek
Salah satu objek yang mempunyai kedudukan tertinggi dalam JavaScript adalah window. Objek ini sendiri memiliki objek lain; antara lain yaitu statusbar dan document. Dengan demikian untuk mengakses document diperlukan penulisan sebagai berikut :
Nama objek                  objek ini merupakan properti                                                                                                                          bagi window
Window.document.write(“halo”)
Metode milik objek document

window
statusbar
document


Konsep Variabel Dalam JavaScript
Variabel adalah suatu objek yang berisi data-data, yang mana dapat dimodifikasiselam pengeksekusian program. Di JavaScript kita bias memberikan nama variable dengan criteria berikut ini :
  • Nama variable harus dimulai oleh satu huruf (huruf besar maupun kecil) atau satu karakter”_”.
  • Nama variable bias terdiri dari huruf-huruf, angka-angka atau karakter_dan & (spasi kosong tidak diperbolehkan).
  • Nama variable tidak boleh memakai reserved word.
Pada JavaScript kita menggunakan system case sensitive yang artinya membedakan nama variable dengan huruf besar dan huruf kecil.

Nama variable yang benar
Nama variable yang tidak benar Alasan
Variabel Nama Dari Variabel Ada spasi kosong
Nama_Dari_Variabel 123Nama_Dari_Variabel Dimulai dengan angka
nama_dari_variabel andry@yahoo.com Karakter @
Nama_dari_variabel 123 Nama-Dari-Variabel Karakter -
_707 Transient Reserved word

Mendeklarasikan Variabel
Deklarasi variabel di JavaScript dapat kita lakukan dengan dua cara :
  • Eksplisit : dengan menuliskan kata kunci var kemudian diikuti dengan nama variable dan nilai dari variable : var test=”halo”.
  • Implisit : dengan menuliskan secara langsung nama dari variable dan diikuti nilai dari variabel : test=”halo”.

Navigator secara otomatis akan memperlukan pernyataan itu sebagai deklarasi dari sebuah variable. Pengaksesan variable bergantung lokasi dimana dia dideklarasikan :
Jika dia didelkarasikan di bagian awal dari skrip program, yang artinya sebelum pendeklarasian semua fungsi, maka semua fungsi di dalam program bias mengakses variabel ini, dan variable ini menjadi variabel global.
Jika dia dideklarasikan dengan menggunakan kata kunci var di dalam suatu fungsi tertentu, maka variable itu hanya bias diakses dari dalam fungsi tersebut, dan artinya variable ini tidak berguna bagi fungsi-fungsi yang lain, dan kita sebut variabel ini menjadi variabel local.
Contoh Mendeklarasikan Variabel
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Contoh deklarasi variabel</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<SCRIPT language=”JavaScript”>
<!–
Var VariabelKu;
Var VariabelKu2=3;
VariabelKu=2;
Document.write(VariabelKu*variabelKu2);
//à
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>
Contoh Variabel Lokal dan Global
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Contoh variabel Lokal dan Global</TITLE>
</HEAD>
<BOBY>
<SCRIPT language=”Javascript”>
<!–
var a=12;
var b=4;
Function Perkalian Dengan2(b)
{var a=b*2;return a;}
Document.write(“Dua kali dari”,b,” adalah”,Perkalian Dengan2(b));
document.write(“Nilai dari a adalah “,a);
//à
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>

Konversi jenis variabel
Meskipun JavaScript memungkinkan pengaturan perubahan jenis variabel secara transparan, kadang-kadang kita perlu juga untuk melakukan konversi jenis variabel secara paksa. Ada 2 Fungsi dasar yang memungkinkan merubah jenis variabel yang dilewatkan dengan parameter tertentu :

  1. Parselnt()
Fungsi ini memungkinkan merubah satu variabel yang dilewatkan dengan parameter tertentumenjadi bilangan bulat. Sintaksnya adalah :
Parselnt(string[,basis]);
Contoh :
Var a=”123”;    var b=”456”;
Document.write(a+b,”<BR>”);//hasil6
Document.write(parselnt(a)+parselnt(b),”<BR;// hasil 579

  1. parseFloat()
Adalah satu fungsi inti dari JavaScript yang memungkinkan merubah variabel yang dilewatkan dengan parameter tertentu menjadi bilangan desimal, sintaks dari fungsi parseFloat adalah :
parseFloat(string);
tabel contoh tentang penggunaan fungsi parseFloat()

Contoh
Hasil
parseFloat(“128.34”); 128.34
parseFloat(“128,34”); 128
parseFloat(“12.3E-6”); 0.0000123
parseFloat(“halo”); NaN
parseFloat(“24.568Halo38”); 24.568
parseFloat(“halo38.24”); NaN
parseFloat(“AFBBEF”); NaN
parseFloat(“0284”); 284
parseFloat(“0xAB882F”); 11241519

Struktur Kondisional
Adalah intruksi-insruksi yang memungkinkan kita untuk melakukan test apakah satu kondisi benar atau tidak, dan memungkinkan juga terjadinya proses iterasi didalam skrip yang kita buat.

  1. Pernyataan if
Instruksi ini memungkinkan kita untuk mengeksekusi satu blokinstrukdi jika kondisi syaratnya terpenuhi. Sintaks dari intruksi ini adalah : if (kondisi syarat terpenuhi)
{daftar intruksi atau blok intruksi}
Beberapa catatan penting tentang intruksi ini :
  1. Kondisi harus terletak diantara dua tanda kurung.
  2. Kita bias meletakkan beberapa kondisi dengan menggunakan operator AND atau OR
  1. Pernyataan if..else
Instruksi if adalah intruksi dasar yang hanya memungkunkan kita untuk melakukan pemeriksaan apakah satu kondisi terpenuhi atau tidak. Pada kenyataanya kita menginginkan lebih dari satu kondisi syarat untuk menjalankan program, untuk kebutuhan itu kita bias menggunakann instruksi if…else…
Sintaks lengkap dari instruksi ini adalah :
If(kondisi syarat1 terpenuhi) {
Daftar instruksi atau blok instruksi
}
Else {
Daftar instruksi/blok instruksi yang lain
}

  1. Pernyataan While
Sintaks dari intruksi ini adalah :
While (kondisi syarat terpenuhi) {
daftar instruksi-instruksi atau blok instruksi
}
Contoh pernyataan while
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Contoh while</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<SCRIPT LANGUAGE=”JavaScript”>
<!–
Var bilangan=0;
While (bilangan <5) {
document.write(“JavaScript<BR;
bilangan++;
}
//à
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>

  1. Pernyatan do…while
Bentuk pernyataan do…while :
do {
blok pernyataan
} while (kondisi);
Contoh pernyataan do .. while
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Contoh do while</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<SCRIPT LANGUAGE=”JavaScript”>
<!–
Var bilangan=1;
do {
document.write(bilangan +”<BR>”);
bilangan++;
} while (bilangan <6);
//à
</SCRIPT>
</BODY>
</HTML>

  1. Pernyataan For
For adalah salah satu intruksi yang menggunakan fasilitas Loop. Dalam sintaksnya kita hanya perlu memasukkan nama variabel sebagai penghitung (dan juga nilai awalnya, serta kondisi dimana loop akan berhanti(pada dasarnya, kondisi dimana nilai penghitung melewati angka tertentu)), dan yang terakhir intruksimodifikasi penghitung, increment (naik per unit) atau decrement (turun par unit).sintaks lengkap dari intruksi ini adalah :
for (penghitung; kondisi loop berhenti; modifikasi penghitung){
daftar intruksi-instruksi atau blok instruksi
}
Contoh pernyataan For
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Contoh for</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<SCRIPT LANGUAGE=”JavaScript”>
<!–
var bilangan=0;
for (bilangan=1; bilangan <=5;
bilangan++)
document.write(bilangan + “<BR>”);
//à
</SCRIPT>
</BODY></HTML>

Materi Tentang CSS (Cascading Style Sheets)

Cascading Style Sheets (CSS)
Pengertian CSS
CSS adalah singkatan dari Cascading Style Sheets. Kalau baca di kamus, cascading itu artinya air terjun. Tapi dalam hal ini, yang di maksud adalah, aliran dari suatu kode ke kode lain yang saling berhubungan.
Jadi kalau di tulis lengkap dalam bahasa Indonesia kira-kira arti CSS adalah: kumpulan kode-kode yang berurutan dan saling berhubungan untuk mengatur format / tampilan suatu halaman HTML.

Keuntungan Penggunaan CSS
Jika anda memiliki beberapa halaman website dimana anda menggunakan font arial untuk tulisannya, lalu suatu hari anda bosan dengan arial dan ingin mengganti ke trebuchet, anda harus merubah satu per satu halaman website anda dan merubah tipe font dari arial menjadi trebuchet.
Dengan menggunakan css, dimana semua halaman web memakai css yang sama, anda cukup merubah satu baris kode css untuk merubah font di semua halaman web dari arial ke trebuchet.
Jadi, keuntungan menggunakan CSS, lebih praktis!

Kekurangan Penggunaan CSS
Tidak semua browser mengartikan kode CSS dengan cara yang sama. Jadi kadang-kadang, tampilan web dengan CSS terlihat baik di browser yang satu, tapi berantakan di browser yang lain. Jadi anda harus memeriksa tampilan supaya terlihat baik di semua browser dan menambahkan kode-kode khusus browser tertentu jika memang dibutuhkan agar tampilan web anda terlihat baik di semua browser.

Syntax
Syntax / kalimat CSS terdiri dari beberapa set peraturan yang memiliki: 1 selector, 1 property, 1 value.
Format penulisan kalimat CSS:
selector { property: value }
Selector itu untuk menunjukkan bagian mana yang hendak diatur / diformat.
Property untuk menunjukkan, bagian (properti) dari selector yang hendak diatur.
Value adalah nilai dari pengaturannya.
Contoh Syntax:
h1 { color: red }
Contoh di atas menunjukkan
Selector: h1
Property: color
Value: red
Kalau diterjemahkan ke kalimat bahasa Indonesia kira-kira begini: Mengatur color dari h1 ke warna merah (red).

Pengelompokan Selectors
Anda dapat menulis satu kode CSS untuk berbagai macam selector dengan cara menggunakan koma. Misalkan anda mau mengatur agar tag h1, h2 dan h3 semua menggunakan warna merah, maka kode CSS nya menjadi:
h1,h2,h3 { color: red }
Perhatikan penulisan h1,h2,h3 yang dipisahkan oleh koma.

Penggunaan Banyak Properties
Untuk mengatur lebih dari satu properties gunakan pemisah titik koma ( ; ).
Contoh:
h1,h2,h3 {color:red; font-family:arial; font-size:150%;}
Pada contoh di atas, tag h1, h2 dan h3 di atur agar menggunakan warna merah, dengan type font arial, dan ukuran font 150%.

Cara Penulisan Yang Baik
Sangat disarankan untuk menulis kode CSS menggunakan beberapa baris dimana pengaturan property dan values nya di indent. Ya cuma biar rapih dan lebih mudah di baca aja sih, ga harus kok.
h1,h2,h3 {
color:red;
font-family:arial;
font-size:150%;
}
Sekarang anda sudah mengerti aturan dasar penulisan kalimat CSS. Pelajaran berikutnya akan mengajarkan anda mengaplikasikan kode CSS ke halaman website.

CSS Comment
Kadang kala, ada baiknya anda menuliskan komentar ke dalam kode CSS anda untuk memberi catatan pengingat.
Anda bisa menggunakan syntax pembuka /* dan penutup */ untuk menuliskan komentar. Segala teks yang berada di antara tag /* dan */ tidak akan dibaca sebagai kode, tapi hanya sebagai catatan untuk diri anda.
/* Tulis komentar anda di sini */
p                   
{
text-align: justify;
/* Tulis komentar anda di sini */
color: blue;
font-family: arial;
}

Implementasi css
Ada 4 cara memasang kode CSS ke dalam kode HTML / halaman web, yaitu:
         Inline CSS
         Embed atau memasang kode css ke dalam bagian <head>
         Nge link ke external CSS
         Import CSS file
Yuk kita bahas satu per satu…

Inline CSS
Kode CSS dituliskan langsung ke dalam tag HTML yang ingin di format. Penulisan cara ini tidak memerlukan penulisan selector dalam kode CSS.
Cara ini sebaiknya hanya digunakan jika anda mau memformat suatu elemen satu kali saja.
Contoh:
<P style=”color:blue”>
Isi paragraf.
</p>
Pada contoh di atas, elemen paragraf <P> di format agar tulisannya menggunakan warna biru. Elemen paragraf lain, tidak akan menggunakan warna biru, karena format ini hanya berlaku pada elemen paragraf yang ditentukan kode CSS nya.
Penulisan CSS dengan cara ini di mulai dengan kata style: lalu di ikuti dengan syntax property: value.

Embedded CSS
Anda bisa juga menempelkan kode CSS di antara tag <head> dan </head>. Penulisan CSS dengan cara ini diawali dengan tag <style> dan diakhiri dengan tag </style>.
Contoh:
<head>
<style type="text/css" media=screen>
p {color:blue;}
</style>
</head>
Dalam contoh di atas semua elemen <P> dalam halaman web tersebut akan diformat  menggunakan font berwarna biru.

External CSS
Kode CSS external di tulis dalam satu file terpisah yang disimpan dengan akhiran .css. Anda lalu perlu memanggil file CSS tersebut ke dalam semua halaman web yang anda buat. Dengan cara ini, anda hanya perlu memiliki satu set kode CSS yang digunakan untuk semua halaman web anda. Jadi ada dua langkah dalam pengimplementasian CSS dengan cara ini.
Contoh:
1.      Anda membuat satu file dengan notepad atau teks editor lain, dan berinama, misalkan: style.css, lalu tuliskan kode-kode css di dalam file tersebut.
2. p {font-family: arial; font-size: small;}
3. h1 {color: red; }
4.      Langkah kedua adalah memanggil file style.css dari semua halaman web. Caranya dengan memasukkan kode di bawah ini, di antara tag <head> dan </head>
<head>
<link rel=”stylesheet” href=”style.css” type=”text/css”>
</head>

Import CSS
Anda bisa juga meng-import CSS ke dalam suatu halaman website menggunakan tag import.
Contoh:
@import "style.css";
atau
@import url("style.css");

Penggunaan Lebih dari Satu Kode CSS
Apabila ada lebih dari satu kode CSS untuk satu elemen, maka yang akan digunakan adalah kode yang lebih spesifik.
Misalkan dalam satu halaman web, menggunakan eksternal style sheet untuk memformat elemen H1 sbb:
h1 {
color: red;
text-align: left;
font-size: 8pt
}
Sementara di halaman web yang sama, di antara tag <head> ada kode CSS sbb:
h1 {
text-align: right;
font-size: 20pt
}
Perhatikan bagaimana pemformatan saling bertabrakan, dari eksternal style sheet, text-align=left sementara dari internal style sheet, text-align=right.
Dalam kasus seperti ini, maka yang akan aktif adalah kode yang lebih spesifik, dalam hal ini, internal style sheet lebih spesifik dibandingkan eksternal style sheet.
Jadi, dalam contoh di atas, kode yang akan diimplementasikan adalah sbb:
color: red;
text-align: right;
font-size: 20pt

Class dan Id selector

Class Selector
Class selector adalah penggabungan beberapa properties yang digunakan lebih dari satu kali.
Cara penulisan Class Selector:
.nama-class {property:value;}
Untuk menempelkan class ke dalam tag HTML:
taghtml.nama-class {Property:value;}
Perhatikan tanda titik di setiap awal nama Class. Jika anda ingin menggunakan class selector di luar kode HTML anda menggunakan tag <div class=nama-class> dan di akhiri dengan tag </div>.
Contoh:
Penulisan kode CSS:
.tengah {text-align:center;}
p.tengah {color:red;}
h1.kiri {color:blue;}
h1.tengah {color:black;}
Pemakaian kode CSS
<div class=tengah>
<p>Teks tengah akan berwarna merah.</p>
<h1 > Tag H1 tengah akan berwarna hitam</h1>
</div>
<h1 class=kiri>Tag H1 kiri akan berwarna biru</h1>
Hasil:
Teks tengah akan berwarna merah.

Tag H1 tengah akan berwarna hitam
Tag H1 kiri akan berwarna biru

ID Selector
ID Selector mirip dengan Class selector. Untuk membedakannya, gunakanlah ID selector untuk memformat bagian yang hanya muncul satu kali dalam satu halaman web, misalnya untuk memformat bagian menu / sidebar.
Cara penulisan ID Selector:
#nama-ID {property:value;}
Untuk menempelkan ID selector ke dalam tag HTML:
taghtml#nama-ID {Property:value;}
Perhatikan tanda # di setiap awal nama ID. Jika anda ingin menggunakan class selector di luar kode HTML anda menggunakan tag <div id=nama-ID> dan di akhiri dengan tag </div>.
 

Blogger news

Blogroll

About